Archive for Desember, 2008

KE mana setelah SMA ?“ KULIAH “

sssssssss 1. IFTITAH
“Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup melintasi penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat melintasinya, melainkan dengan kekuatan” Al Qur’an, Ar Rahman (55): 33 Allah ciptakan bermiliar galaksi dalam sangkar semesta yang maha luas. Bermiliar anggota.jagad raya berjalan pada lintasannya, disaput nebula yang ternanam. Bintanggemintan dengan beragam paralaks dan magnitudo, planet-planet yang tak pernah alpa meniti orbitnya sendiri. Komet-komet yang menampakkan diri malu-malu, meteor-meteor yang tak bosannya berusaha menembus selaput atmosfir. Semua berada dalam keseimbangan yang menakjubkan. Akankah kita membiarkan mereka membisu, menggenggam rahasia Allah hamparkan bumi untuk kita dan berjuta nikmat menghiasinya, sehingga kit dapat hidup dan berjalan diatasnya; meniti hari, mengayun langkah, menata kata dan makna dalam benak kita berproses menuju hakikat. Bagaimana menjalaninya . Membaca alam. membaca manusia, mengeja alif-ba-ta zaman, bagaimana kita melakukannya? Allahu Akbar! Subhanallah. Semesta begitu luas tak terbatas. Allahu Akbar ! Subhanallah ! Manusia begitu unik hakiketnya. Untuk membacanya, diperlukan ilmu yang setara luas dan dalamnya.Dimana kita mendapatkannya?
Enam tahun di SD. Tiap hari , dengan seragam putih merah kita mengeja alif-ba-ta, belajar mengenal makna, lewat Ibu Budi dan buku kecil berhitung Matematika.Tiga tahun di SMP berpakaian putih-biru kita setiap harinya, juga mengeja alif-ba-ta dunia, belajar menangkap lamat-lamat bahasa semesta.Dan belumlah begitu Lama korps abu-abu kita tinggalkan. Tiga tahun pula kits disana, mengartikulasikan lewat kata dan aksara. Cukuplah sudah ilmu kita untuk membaca segenap tanda-tanda kebesaran Allah . Tentu saja belum. saudaraku. Masih banyak yang harus dipelajari agar segala yang kita dapatkan di SLTA itu menjadi cukup berarti dalam meretas kehidupan, mengarungi dunia. Sangat banyak yang harus ditambahkan, sebelum dengan fisika dan kimia kita dapat membuat pewasat tempur, reaktor nuklir atau membangun labaoratorium di antariksa. Masih terlalu banyak ceceran yang harus dilengkpai sebelum kita mampu menyayat kulit dan otot manusia untuk memperbaiki organ tubuh yang bekerja menyalahi aturan atau mencangkokkan organ-organ setara artifisial.Begitu luas ilmu yang harus disingkap sebelum kita dapat menata produksi, pasar, transaksi, bursa saham, mata uang, perbankan, dan kehidupan ekonomi manusia, mewuudkan kesejahteraan masyarakat dan pribadi di atas bumi Allah ini.Maka Perguruan Tinggi menjadi anak tangga kehidupan berikutnya sesudah SLTA kita tinggalkan berikut segala atributnya. Namun tolong diingat, Perguruan Tinggi bukan sekedar jenjang lanjutan dari pendidikan SLTA. Dan kuliah tidak sekedar bermakna menmggalkan seragam abu-abu untuk kemudian menggantinya dengan berbagai seragam berbeda corak. Banyak pernik-pernik yang perlu diketahui dan difahami sebelum kita menggelutinya agar-keringat tak menetes percuma dan dana tak mengalir sia-sia
2. MENGAPA KITA HARUS KULIAH ?
Belajar di Perguruan Tinggi berbeda corak secara signitifikan dengan belajar di tahap pendidikan sebelumnya. Pada pendidikan SD sampai SLTA para peserta didik diminta menerima dan menyerap informasi yang disajikan kepadanya dengan daya kritis alakadarnya. Bahkan cukup banyak guru yang tidak begitu suka jika ada siswanya yang sering bertanya mengapa. Jadi tidak berlebihan kiranya jika dikatakn bahwa ketika menjadi siswa kita hanya diminta menjadi recorder yang mampu sedikit melakukan interpretasi.<span style.Bisa juga kita analogikan SLTA, khususnya SMA sebagai supermarket yang menawarkan begitu banyak pilihan. tetapi semua serba alakadarnya. Supermarket menjual obat-obatan tapi tidak ada obat special untuk penyakit ginjal. misalnya. Di sana dijual pula beragam pakaian tapi tentunya bukan adibusana karja perancang kelas dunia.Demikianlah kita di SMA: mendapat sekian banyak mata pelajarart, namun tidak mendalam sehingga belum cukup melatih menjadi modal untuk menemukan atau menghasilkan sesuatu yang baru. Perguruan Tinggi melatih para mahasiswanya untuk menemukan pengetahuan, walaupun kemungkinan besar hal itu merupakan pengetahuan yang sudah ditemukan orang sebelumnya. Maka proses eksperimen yang senantiasa dibuka dengan pertanvaan mengapa semestinva menjadi menu sehari-hari para mahasiswa.Dengan kata lain. ketika berhadapan dengan fenomena apapun. what tidaklah sepenting wht’ atau how family:&quot Artinya ? Memutuskan menjadi mahasiswa berarti siap dengan rasa ingin tahu yang tak pernah surut tentang cabang i1mu yang dipilih untuk digeluti. Tanpa curiosity yang memadai. masa perkuliahan vang panjang hanya sarat dengan rasa bosan dan tersiksa, yang sangat boleh Jadi akan cukup kuat untuk memaksa kita meninggalkan bangku kuliah tanpa upacara wisuda.Di sisi lain, masih banyak mantan SMA yang berfikir bahwa masa kuliah adalah masa indah, santai dan menyenangkarL masa yang bebas, sarat dengan dinamika dan gejolak yang membangkitkan semangat. Mungkin benar, jika bebas disini diartikan bebas dari keharusan menggunakan seragam sekolah, atau bebas memilih mata kuliah yang ingin didahulukan. Indah dan menvenangkan? Mungkin juga, jika indeks prestasi selalu baik dan nilai A selalu bertengger di transkrip nilai kita. Dinamika, gejolak dan semangat? Bolehlah disebut demikian jika demonstrasi mahasiswa yang marak akhir-akhir ini dianggap cerminan dunia Perguruan Tinggi menuntut kesediaan berkorban yang jauh lebih besar dan banyak dari kita. Kuliah membutuhkan kucuran dana yang lebih dibandingkan dengan tahap pendidikan sebelumnya. Kuliah juga menghendaki kita nienggunakan lebih banyak waktu dntuk menekuni pelajaran, tentunya dengan mengurangi alokasi waktu untuk bersantai atau tidur. Karenanya, aksioma bahwa tidur yang baik harus 8 jam per hari mestinya ditinjau kembali. Dan kuliah juga berarti kerelaan untuk bergaul akrab dengan buku-buku berbahasa asing yang tebalnya cukup menciutkan nyali, sekaligus mengundang rasa kantuk. Dan jangan lupa, bahwa kits akan menghadapi itu semua bukan untuk satu atau dua tahun. Paling tidak lima tahun .Jadi, kita memerlukan motivasi yang cukup besar untuk menaklukkan semua hambatan itu dan survive hingga menyelesaikan masa pendidikan. Dan motivasi itu akan kita miliki, jika kita punya alasan yang cukup kuat untuk kuliah. Karena itu, sebelum memutuskan untuk kuliah, sebuah pertanyaan harus segera dijawab.Pertanyaan itu adalah Mengapa saya harus kuliah?
Jika kita tidak berhasil menemukan jawaban yang masuk akal dan kita yakini kebenarannya dari pertanyaan tersebut, mungkm sebaiknya jangan paksa diri kits untuk kuliah. Tentunya kita semua mafbum bagaimana rasanya mengeriakan suatu pekeriaan yang tidak kita ketahui mengapa harus dikerjakan. Temukan segera jawaban dan bangunlah motivasi denga jawaban itu. Dengan demikian, insya Allah masa perkuliahan yang akan datang tidak terasa sebagai tumpukan beban dan kungkungan kesulitan, melainkan lahan perjuangan dalam rangka meretas jalan mewujudkan harapan atau citacita.Ditinjau dari dimensi pribadi, mungkin kita bertekad untuk kuliah demi meraih kehidupan masa depan yang lebih terjamin. paling tidak dari sisi prestise dan finansial. Dan alasan ini, insya Allah sah-sah saja adanya. Jika setelah lulus SMA kita langsung memasuki dunia kerja, maka tidak terialu banyak pilihan yang tersedia. Suka atau tidak kits akan terperangkap di dalam kategori tenaga operasional dari struktur raksasa dunia kerja yang rigid. Kemanapun kita berpaling, make alternatif yang terbuka tidak akan jauh-jauh dari pramuniaga, resepsionis, office boy, satpam dan sejumlah profesi sejenis. Bukan maksud kita menilai mulia atau tidaknya manusia dari profesi yang ditekuninya, namun paling tidak kalau pekerjaan-pekerjaan seperti itu yang, kita ambil maka kita akan terperangkap dalam stratifikasi sosial yang menghambat gerak dan dinamika hidup kita. pula dimensi yang lebih leas yang mesih diperhatikan: kepentingan ummat Islam Dengan modal hampir satu setengah miliar pemeluk, hamparan bumi yang subur dan kungkugan perut bumi yang begitu kaya. dipandu dengan konstitusi abadi dan universal yang mutlak benarnya : Al-Qur’an dan As Sunnah, umat ini tidak juga mampu memenuhi mutu kehidupan yang Allah canangkan: Khairu Ummah, The Best Comunity. Bahkan sebaiknya, kungkungan kemiskinan, kemelaratan, keterbelakangan, setia ketidak berdayaan kultural dan politik masih setia melingkupi proporsi yang besar dari umat ini sampai sekarang. Mengapa demikian ? Banyai hal bisa diklaim sebagai sebab, sebanyak itu pula yang bisa dituding sebagai kambing hitam. Tapi adalah keniscayaan bahwa semua itu berpangkal pads kualitas manusia, kualitas umat, yang sangat memprihatinkan. Dengan tingkat pendidikan rata-rata yang masih rendah, musykil bagi kita untuk menguasai teknologi canggih yang mampu mengangkap harkat dan martabat umat menjadi subyek peradaban dan kemanusiaan. Dan tinggallah umat Islam, yang menjajah. negara-negara dunia ketiga, menjadi konsumen ampas peradaban dunia barat.Dalam situasi seperti ini kits mesti muncul sebagai generasi baru umat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, yang di bawah naungan Al Qur’an dan As Sunnah mampu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk mendobrak sekat-sekat kemiskinan, keterbelakangan, dan ketakberdayaan dan pada akhirnya menempatkan umat ini pada barisan terdepan pembaharuan peradaban, sebagaimana tints emas sejarah sudah mencatat kejayaan dan kemuliaan para pendahulu kita sebelumnya. Dan Perguruan Tinggi menjadi bagian yang penting dalam meretas jalan kearah itu.

8 TIPS HADAPI UAN 2009

Berikut ini merupakan 8 tips yang sekiranya dapat dipertimbangkan sebagai upaya persiapan dalam menghadapi UAN 2008.

uan.jpg

1.Berdoalah pada Tuhan Adalah sombong yang beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.

2. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional

Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

3. Bersikaplah proaktif

Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 4,01, justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 6,01 atau 7,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

4. Buatlah rencana

Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

5. Perbanyaklah baca dan latihan soal

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

6. Belajar kelompok

Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

7. Efektifkan belajar di sekolah

Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah. Pada umumnya, para siswa kurang menggunakan kemampuan nalarnya dalam belajar, baru sebatas menghafal. Siswa juga masih kurang untuk bertanya, berdialog bahkan berdebat dengan gurunya. Padahal kemampuan bertanya salah satu upaya untuk memperkuat pemahamaman atau pengertian dan keterampilan belajar.

8. Mohon doa restu dari orang tua

Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2004 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.

pemudi cerdas harapan islam

Tika, sebut saja begitu. Tampilannya oke juga. Begitu kata orang-orang. Maklum, doi blesteran punya. Ayah Singapur, Ibu Singecet. Upss.. itu sih kerja bakti bebenah rumah atuh ya? Itu bahasa Jawa yang artinya; ayah yang ngapur, ibu yang ngecat. He..he..he..

Yup, Tika dijuluki sama teman sekelasnya sebagai �si gadis seksi�. Kalo mau dibandingin sama Norah Jones? Ya, kira-kira setingkat di bawah penyanyi yang ngetop via tembang Don�t Know Why itu lah. Waduh, pantesan tuh gerombolannya Rudy pada ijo matanya kalo Tika lewat di hadapan mereka. Tika, adalah gadis muslimah. Tapi, kayaknya doi masih doyan hidup bebas sesuka hatinya. Agama, menurutnya cuma urusan sholat, zakat, dan puasa. Paling banter Islam yang doi kenal adalah pas perayaan Maulid, Isra Mi�raj, dan juga lebaran. Selain itu, doi nggak ngeh soal Islam. Kasihan banget ya?

Sobat muda muslim, Tika juga punya teman main lho. Namanya, Rangga. Tapi sumpah, ini bukan Rangga �si mata elang� di film A2DC? Kebetulan aja memang namanya sama. Oya, Rangga-nya Tika ini mirip-mirip Justin Timberlake yang pernah punya �skandal� sama Britney Spears. Maklumlah seleb, full skandal. Duh, kok mirip seleb semua ya? Tak usah heran, dua anak ini emang indo. Seperti kebanyakan bintang muda di sinetron kita; Roger Danuarta, Indra L Brugman, Nicolas Saputra, dan teman satu �spesies� lainnya.

Tika dan Rangga akrab banget. Sampe-sampe sulit dipisahkan antara keduanya. Di mana ada Tika, di situ ada Rangga. Anehnya, meski menyandang gelar anak sekolah, tapi mereka sama sekali nggak mood belajar. Sebaliknya, justru malah jadi aktivis ngeceng di mal, atau sekadar larak-lirik adik kelas pas waktu istirahat atau olahraga. Siapa tahu mau temenan sama orang beken (idih, maunya).

Teman remaja, sedihnya lagi, remaja muslim dan muslimah yang menjalani kehidupan begitu jumlahnya bejibun banget, lho. Nggak di kota, nggak di desa. Teman remaja yang nyablak bin amburadul kelakuannya sangat mudah kita jumpai. Ada yang kuat pacarannya, ada yang sok jagoan dengan menjadi aktivis tawuran, termasuk banyak juga yang hura-hura alias �binatang� pesta, nggak ketinggalan teman remaja yang tampangnya kalem, tapi bandelnya minta maaf.

Oya, ada juga lho yang kayaknya pengen kelihatan islamnya. Misalnya, teman remaja puteri banyak yang udah mau pake kerudung. Yang cowoknya juga mulai seneng melihara jenggot dan pake baju koko. Tapi, maaf-maaf saja, itu nggak dibarengi dengan ilmu agama yang cukup. Jadinya, yang puteri juga pake kudung gaul, yang cowoknya juga masih liar. Jenggot sih boleh, tapi kelakuannya sebelas-duabelas, alias sodaraan ama Daron Malakian, John Dolmayan, Shavo Odadjian, dan Serj Tankian yang tergabung dalam SOAD (System of A Down). Itu tuh, grup band pujaan anak sekarang yang ngetop lewat tembang Toxicity dan Chop Suey. Wis, pokoke komplit tipe remaja muslim kita ini.

Sobat muda muslim, tipe remaja yang tadi disebutkan adalah contoh amburadulnya sebagian besar remaja Islam. Padahal, merekalah yang seharusnya menjadi tumpuan harapan Islam. Tapi apa mau dikata, wong di antara kita udah banyak yang begitu. Terus, kudu seperti apa sih pemuda-pemudi harapan Islam itu?

Ahli pikir dong!
Tampilannya sih boleh aja rapi jali. Tapi kudu dibarengi dengan pemikiran yang oke juga dong. Malu atuh, kalo ada remaja Islam yang nggak tahu bagaimana caranya sholat. Konyol juga kalo masih nanyain gimana caranya wudhu. Tapi beginilah realita yang kayaknya pantas juga bagi kita untuk prihatin. Betapa banyak teman remaja yang nggak mengisi otaknya dengan pemikiran Islam yang mantap. Maklum, rata-rata remaja sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat hiburan, atau sekadar mengisi waktu luang dengan pembicaraan yang miskin makna.

Sobat muda muslim, tradisi para sahabat, kaum muslimin generasi pertama, adalah banyak berpikir. Sebab, kalo kita jadi ahli pikir, insya Allah bisa menjalani hidup ini dengan benar. Saking pentingnya aktivitas berpikir ini, para sahabat sampe mengaitkannya dengan keimanan. Mereka berkata: �Cahaya dan sinar iman adalah banyak berpikir.� (dalam kitab Ad-Durrul Mantsur, jilid II, hlm. 409).

Memang sih, aktivitas berpikir saat ini sangat langka dilakukan anak muda. Jangankan anak muda, wong tuo aja udah pada males mengoptimalkan peran otaknya. Padahal kalo otak kita digunakan, itu sama dengan mengasah pedang, akan kian tajam. Justru kalo otak dibiarin nganggur, alias nggak pernah diajak untuk mikir, apalagi mikir yang berat-berat, Insya Allah, dijamin bakalan tumpul binti beku.

Aduh, sayang banget lho. Padahal, tentu saja, kemampuan otak kita bisa deh diaduin sama produk keluaran intel, pentium 4. Prosesor ini sebenarnya masih kalah jauh dengan kemampuan otak kita, sebab Allah Swt. menciptakannya untuk bisa berpikir dan menganalisa dengan mantap. Entah berapa juta giga, space yang Allah berikan untuk otak kita. Inilah pemberian Allah yang kudu kita syukuri. Itu sebabnya, sungguh hueran jika masih ada manusia yang ogah untuk memanfaatkan kinerja otak dengan optimal. Utamanya untuk hal-hal yang berkaitan dengan Islam dan kehidupan ini.

Kita seharusnya �ngiri� juga lho, sama Imam Syafi�i yang pada usia 7 tahun udah hapal al-Quran 30 juz. Insya Allah, itu adalah contoh bagaimana membiasakan otak kita bekerja keras. Makin sering digunakan, otak kita makin oke. Para sahabat Rasulullah, utamanya yang termasuk khulafa ar-Rasyiddin, semuanya mujtahid mutlaq. Artinya, Abu Bakar ra, Umar bin Khaththab ra, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib adalah orang-orang yang ahli pikir, alias mufakkir.

Ahli ibadah euy!
Nah, pemuda dan pemudi Islam kudu memposisikan diri sebagai ahli ibadah (muta�abid). Dan memang kalo udah ahli pikir, kemungkinan besar, kalo nggak mau menyebut pasti, biasanya juga ahli ibadah.

Dalam kitab Taqarrub ila Allah, karangan Fauziy Sanqarth terdapat sebuah pernyataan dari salah seorang pemimpin Islam ketika menggambarkan kader-kadernya. Seperti ditulis dalam kitab itu, salah seorang pemimpin Islam yang dimaksud mengatakan bahwa, �Sebaik-baik pemuda adalah yang bersikap sebagai orang tua, bisa memejamkan matanya dari kejahatan; berat langkah kakinya menuju kebathilan; demi beribadah ia khusyu� dan betah begadang semalaman. Sungguh Allah melihat mereka pada malam hari ketika punggung-punggung mereka condong kepada juz al-Quran. Setiap kali salah seorang dari mereka membaca ayat tentang surga, mereka menangis karena rindu kepadanya. Ketika membaca ayat tentang neraka, mereka benar-benar histeris seakan-akan bencana neraka jahannam itu ada di antara kedua telinga mereka.�

Sobat muda muslim, sekadar sebuah pertanyaan, dan jawabannya cukup kamu sendiri yang tahu. Jujur saja pada diri kamu sendiri. Pertanyaan kita sederhana saja; bagaimana dengan sholat kamu? Pengennya kita sih, moga saja nggak bolong-bolong ya? Bagaimana dengan puasa kamu? Harapan kita, kamu juga getol puasa sunah Senin-Kamis. Apalagi mau deket ramadhan, jangan lupa puasa ramadhan pol sebulan penuh. Wajib lho.

Bagaimana dengan baca al-Quran? Wah, kepengen kita sih kamu bisa menyempatkan diri baca tiap hari, meski cuma sepuluh ayat sekalipun. Tul ngagk? Jadi, biasakan deh. Terus, bagaimana dengan shalat malam kamu? Hmm.. sekali lagi, harapan kita nih, kamu lebih sering untuk melakukannya. Amalan sunah ini sebagai tambahan pahala ibadahmu. Firman Allah Swt.: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (TQS al-Isr� [17]: 79)

Oya, bagaimana pula dengan shadaqoh kamu? Moga aja nggak sayang menyisihkan uang seribu atau dua ribu rupiah ke keropak masjid ya? Soalnya, adakalanya uang dua puluh ribu rupiah bisa dengan mudah langsung �menguap� kalo kamu jajan di resto sekelas McD or KFC. Bebas aja �ngasih� uang ke resto Amrik itu. Kalo ke masjid, naga-naganya sih masih nimbang untung-rugi. Duh, jangan sampe deh!

Oya, kamu perlu tahu, apa sih arti ibadah? Sobat, ibadah (al-�Ibaadah) secara bahasa adalah (ath-Thaa�ah) taat (Kamus al-Muhiith, oleh Fair�z Ab�diy, bab tentang ibadah). Sedangkan menurut istilah (makna hukum), al-�Ibaadah memiliki dua makna, yaitu secara umum dan secara khusus. Makna al �ibaadah secara umum, yaitu ketaatan kepada perintah-perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Dalil dalam masalah ini adalah: Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku (TQS. adz-Dz�riy�t [51]: 56)

Adapun makna khusus dari al-�Ibaadah adalah segala bentuk perintah dan larangan hukum syara� yang mengatur hubungan seorang muslim dengan Rabb-nya, yaitu apa-apa yang disebutkan oleh fuqaha sebagi ibadah seperti shalat, zakat, haji, puasa, dan jihad. Dalam hal ini, maka yang kita maksudkan sebagai ibadah hanyalah dalam maknanya yang khusus saja. Kita berdoa, moga kamu dan kita juga tentunya, jadi ahli ibadah (muta�abid). Amin.

Pejuang Islam
Wow, keren banget. Perfect memang. Sudahlah ahli fikir, ahli ibadah, ditambah pula dengan menjadi pejuang Islam. Itu sih ideal banget ya? Kamu tentunya mau punya tipe seideal begini kan? Bagi yang akalnya masih �waras�, tentunya kepengen banget tampil sempurna. Iya nggak? Jadi, kita upayakan yuk!

Sobat muda muslim, pemuda dan pemudi harapan Islam. Selain ahli pikir dan ahli ibadah, maka akan lebih utama jika menjadi pejuang Islam juga. Para sahabat Rasulullah, telah memiliki tiga kriteria tersebut. Ambil contoh, Ali bin Abi Thalib, selain cerdas dan sholeh, juga adalah pemuda pejuang Islam. Hebat bukan? Saat ini, Islam membutuhkan kaum muslimin yang kuat dalam segala hal, termasuk kemampuannya dalam rangka perjuangan untuk menegakkan syariat Islam di muka bumi ini. Tentunya, agar Islam menjadi satu-satunya sistem kehidupan yang diterapkan di dunia ini, dan memberikan rahmat bagi seluruh alam.

Sobat muda muslim, saudara-saudara kita di Palestina bahkan sudah membuktikannya. Mereka tak gentar dalam berjuang melawan penjajah Israel. Bahkan banyak di antara mereka yang rela meregang nyawa demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Tidakkah kita tergoda untuk mengikutinya? Firman Allah Swt.: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (TQS Ali �Imran [3]: 169)

Oke deh, kita bertekad dalam ucapan dan perbuatan kita untuk menjadi pemuda dan pemudi harapan Islam yang mufakkir, muta�abid, dan mujahid. Jadi ngaji yuk! Allahu Akbar! ?

_______________________________________

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.